Kamis, 09 Februari 2012

Perbedaan Manajemen dan Kepemimpinan


PERBEDAAN MANAJEMEN DAN KEPEMIMPINAN
BAB I
PENDAHULUAN
A.       Latar Masalah
Banyak yang berpendapat bahwa sebuah organisasi akan efektif, apabila dikelola dengan manajemen yang baik. Pendapat ini tidak salah seluruhnya, akan tetapi sebenarnya faktor kepemimpinan-lah yang mampu menggerakkan organisasi menjadi efektif, sementara manajemen akan menjalankan tugasnya agar lebih efisien. Selama beberapa dekade, banyak orang yang menekankan manajemen karena lebih mudah diajarkan dibanding dengan kepemimpinan. Seringkali kedua kata “manajemen dan kepemimpinan” dipersamakan artinya, manajemen diambil dari kata ‘management’ sedangkan kepemimpinan diambil dari kata ‘leadership’ sesungguhnya merupakan dua hal yang berbeda.
Berbagai pakar mempunyai pendapat yang berbeda tentang manajemen dan kepemimpinan, Stephen Covey mempunyai penjelasan yang mudah dipahami, andaikata sedang akan membuka sebuah hutan untuk eksplorasi hasil hutan, maka seorang pemimpin akan berkata”dari berbagai informasi dan pertimbangan, saya putuskan hutan di lereng bukit itu yang harus ditebang terlebih dahulu”, sebagai pemimpin ia menjelaskan bagian mana yang harus dieksplorasi. Begitu pemimpin menjelaskan bagian mana yang hendak dieksplorasi, saatnya peran manajemen berlaku, para manajer akan memikirkan alat-alat, cara-cara, metoda yang paling efektif untuk membuka hutan, maka kesimpulannya adalah kepemimpina adalah yang menentukan arah, sedangkan manajemen berusaha untuk mewujudkan agar arah tadi bisa tercapai.
Warren Bennis, seorang pakar kepemimpinan dan manajemen mengatakan “pemimpin menaklukan situasi, mungkin situasi itu kacau, membingungkan, mengherankan bahkan menantang kita dan bisa membungkam kita jika kita biarkan situasi itu semakin memburuk. Manajer menyerah atas keadaan itu. Manajemen berarti mengelola, sedangkan kepemimpinan menginovasi. manajer adalah tiruan, sedangkan pemimpin adalah asli. Manajemen menjaga hal-hal, pemimpin mengembangkan hal-hal, manajemen berfokus pada system dan struktur, sedangkan pemimpin berfokus pada orang-orang
B.        Ruang Lingkup
        Untuk membatasi pembahasan masalah dalam makalah kali ini, maka dibuat ruang lingkup yang akan memetakan permasalahan apa saja yang akan dibahas berikutnya.
1.      Pengertian Manajemen
2.      Pengertian Kepemimpinan
3.      Perbedaan antara Manajemen dengan Kepemimpinan

C.       Tujuan Pembahasan
Agar dapat lebih memahami perbedaan antara manajemen dengan kepemimpinan sehingga berada dalam posisi manapun akan dilakukan dengan efektif.

D.       Manfaat Pembahasan
Agar tulisan ini dapat dijadikan sumber untuk menjalankan kepemimpinan yang efektif adalah yang mendirikan atau membuat manajemen dalam kelembagaan lebih efektif.

BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Manajemen
Manajemen adalah seperangkat proses yang dapat menjaga sistem yang kompleks, terdiri dari orang, teknologi dan berjalan secara perlahan. Aspek-aspek terpenting dalam manajemen meliputi perencanaan, penganggaran, organizing, staffing, pengawasan, dan pemecahan masalah.
Henry Fayol, tahun 1916, memperkenalkan konsep manajemen yang berupa merencanakan, mengorganisasikan, memerintahkan dan mengawasi. Ketika ada orang yang bertanya kepadanya, apa tugas seorang dirut? POSDCORB jawabnya, itu adalah kepanjangan dari planning, organizing, staffing, directing, coordinating, reporting, and budgeting. Ia mengemukakan istilah itu pada tahun 1930. Hingga akronim manajemen itu ringkas dan mudah diingat

B.     Pengertian Kepemimpinan .
Kepemimpinan adalah seperangkat proses yang menciptakan organisasi mampu mengadaptasi pada lingkungan yang berubah secara signifikan. Kepemimpinan mendefinisikan seperti apakah masa depan itu, membimbing orang sesuai dengan visi tersebut, dan memberi inspirasi kepada mereka untuk membuat hal itu terjadi meskipun banyak hambatan (John P. Kotter, 1996).[1]
Kepemimpinan atau leadership merupakan proses pengeruh atau mempengaruhi antar pribadi atau antara orang-orang dalam situasi tertentu. Menurut George  R Terry , sebagai mana dikutip oleh Sardjuli, “term kepemimpinan tak lepas dari unsur influencer, yakni yang mempengaruhi dan influence yakni yang dipengaruhi. Sardjuli menyimpulkan ada beberapa unsur pokok kepemimpinan, yaitu;
1.      Adanya interaksi, yaitu hubungan timbale balik saling mempengaruhi antara anggota dalam kelompok
2.      Adanya pemimpin, yaitu orang yang mempunyai kemampuan untuk mempengaruhi orang lain agar mau berbuat atau bekerjasama untuk mencapai tujuan bersama dan mampu membina serta mempengaruhi orang dan mengembangkan interaksi antar anggota dalam kelompok.
3.      Adanya kelompok orang terpimpin atau pengikut, yaitu orang yang menerima pengaruh .
4.      Adanya sarana atau alat untuk mempengaruhi orang lain dan untuk menjalin serta meningkatkan integritas kelompok, sehingga mereka secara sadar dan ikhlas mau bekerja sama
5.      Adanya tujuan yang akan dicapai bersama[2]
   
Ada beberapa definisi kepemimpinan:
1.      Kepemimpinan dalam Lughah:
Para fuqaha’ mendefinisikannya sebagai kepemimpinan umum SAW yang wajib dipatuhi oleh seluruh ummat islam.
2.      Kepemimpinan dalam Al-Qur’an:
Memiliki Loyalitas yang Mutlak: “Sesungguhnya pemimpin kamu hanyalah Alloh, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman, yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat, seraya mereka tunduk (kepada Alloh). Dan barangsiapa mengambil Alloh, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman menjadi pemimpinnya, maka sesungguhnya pengikut (agama) Alloh itulah yang pasti menang”.
3.      Kepemimpinan dalam As-Sunnah
Seorang pemimpin harus mempunyai sikap yang membentuk kepribadian adil dan amanah. Islam menempatkan pemimpin yang adil dan amanah dalam derajat manusia yang tertinggi, yang memperoleh berbagai penghargaan dan kehormatan. Diantaranya ia termasuk kelompok pertama yang dinaungi oleh Alloh SWT diantara 7 kelompok utama yang dinaungi-Nya pada hari kiamat kelak, ia pun akan berada di atas mimbar dari cahaya nanti di hari kiamat, dan pemimpin yang demikianlah yang akan senantiasa dicintai dan didoakan oleh rakyatnya karena kebijaksanaannya memimpin rakyatnya, sehingga dalam salah satu haditsnya, nabi SAW sampai menyatakan bahwa pemimpin yang demikian termasuk 3 golongan manusia yang paling utama dan paling berhak masuk Jannah, di samping orang yang lembut dan penyayang pada keluarganya dan orang miskin yang menjaga dirinya dari meminta-minta. [3]
                                                                               
C.    Perbedaan antara Manajemen dengan Kepemimpinan
Perbedaan anatara manajemen dan kepemimpinan dapat dilihat dari berbagai aspek;
1.      Aspek peran dan tanggungjawab (Role and Responsibility)
Dengan melihat aspek peran dan tanggungjawab berarti melihat perbedaan dari sudut kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan, hasil kerja atau posisinya serta penjelasan dari tugas dan fungsi baik manajemen maupun kepemimpinan.   
a.       Peran dan tanggungjawab dari kepemimpinan
1)       Membuat pedoman: mengembangkan visi masa depan, visi jangka panjang, dan strategi-strategi untuk menghasilkan perubahan yang diperlukan untuk pencapaian visi tersebut
2)       Mengarahkan orang: mengkomunikasikan gagasan dengan kata-kata dan tingkahlaku kepada semua orang dengan mana kerjasama mungkin diperlukan seperti untuk mempengaruhi kreasi team dan kerjasama yang memahami visi dan strategi dan yang menerima validasinya
3)       Memotivasi dan memberikan inspirasi: menyemangati orang untuk memecahkan hambatan-hambatan politis mendasar, birokrasi, dan keterbatasan-keterbatasan sumber daya untuk berubah sesuai dengan kepuasan dasar yang merupakan kebutuhan manusia yang sering belum terpenuhi
4)       Menghasilkan perubahan, sering pada tingkat yang dramatis, dan memiliki potensi untuk menghasilkan perubahan yang sungguh-sungguh bermanfaat (seperti produk baru yang diinginkan customer, pendekatan-pendekatan baru guna membangun kerjasama yang membantu menjadikan perusahaan lebih kompetitif

b.      Peran dan tanggungjawab dari Manajemen
1)      Merencanakan dan menganggarkan: membuat tahapan-tahapan yang detail dan schedule untuk pencapaian hasil yang diinginkan, kemudian mengalokasikan sumber-sumber yang diperlukan untuk pencapaiannya
2)      Mengorganisasi dan staffing: membuat beberapa struktur untuk pelaksanaan unsure-unsur perencanaan, mengisi struktur tersebut dengan individu-individu, mendelegasikan tugas dan tanggungjawab untuk melaksanakan rencana tersebut, merumuskan policy dan prosedur untuk membantu mengarahkan orang, dan membuat metode atau system untuk memonitor kegiatan
3)      Mengawasi dan memecahkan masalah: memonitor hasil, mengidentifikasi defiasi perencanaan, kemudian merencanakan dan mengorganisir untuk memecahkan persoalan-persoalan tersebut
4)      Menghasilkan sesuatu yang terprediksikan dan menyusun serta memiliki kemampuan untuk secara konsisten memperoleh hasil-hasil jangka pendek yang diinginkan oleh stakeholder (seperti untuk customer, selalu tepat waktu; dan untuk stake holder, sesuai dengan anggaran).[4]                      
Perbedaan peran dan tanggungjawab  diatas dikutip dari pendapat John P. Kotter, 1996:26 “Leading Change”. Sedangkan menurut pendapat Marjory Ebbbeck, perbedaan peran dan tanggungjawab pada manajemen dan kepemimpinan adalah sebagai berikut:
1)      Manajemen berperan sebagai pengawas assessment dan improvisasi dari suatu lembaga PAUD, sedangkan kepemimpinan memfasilitasi pengembangan dan pelatihan bagi staf.
2)      Menganalisis kebutuhan anak, keluarga, dan staf setiap harinya adalah tanggungjawab (fungsi) dari manajemen, kepemimpinan lebih bertanggungjawab dalam menganalisa kebutuhan yang sama untuk jangka waktu yang panjang.
3)      Manajemen juga memilki tugas untuk mengawasi biaya pemeliharaan sahari-hari, dan kepemimpinan bertugas untuk mendesain dan mengembangkan kebijakan langsung.

2.      Aspek keahlian (Skill)
Dengan melihat aspek keahlian berarti melihat perbedaan antara manajemen dan kepemimpinan dari kompetensi yang telah dipelajari melalui pelatihan dan pengalaman, yang dibutuhkan untuk bekerja sebagai manajer atau pemimpin.
a.       Point-point keahlian dibawah ini adalah keahlian interaktif yang dibutuhkan untuk memelihara sebuah pusat kelembagaan (lembaga PAUD) dari suatu Manajemen:
1)      Keahlian berkomunikasi
2)      Keahlian dalam mengawasi dan memberikan dukungan untuk staf
3)      Pamasaran dan promosi
4)      Assessment dan evaluasi dari program, pelayanan, dan staf
b.      Keahlian dari sebuah Kepemimpinan melibatkan hal-hal yang lebih besar dari manajemen, meliputi hal-hal diluar dan didalam dari suatu kelembagaan, dan fokus utamanya adalah masa depan kelembagaan.
1)      Keahlian Delegasi
2)      Penelitian berbagai keahlian
3)      Keahlian dalam mendukung dan melobi pihak luar dan pihak dalam suatu kelembagaan
4)      Keahlian dalam membina hubungan dan membina hubungan (networking)
5)      Keahlian membuat formulasi kebijakan dan menganalisisnya
6)      Mempunyai pemikiran yang kritis

3.      Aspek disposisi (Disposition)
Dengan melihat aspek disposisi berarti melihat perbedaan diantara manajemen dan kepemimpinan dari atribut pribadi atau kualitas keprofesionalan seorang manajer atau pemimpin PAUD yang mempengaruhi pekerjaan mereka. Karena hal-hal diatas mungkin akan merubah keselarasan pada masing-masing peranan (maksudnya adalah, Dalam teori dan praktik, antara kepemimpinan dan manajemen, sering terjadi disposition job, artinya, kadang seorang pemimpin mengerjakan sesuatu yang sebenarnya pekerjaan itu lebih tepat dikatakan sebagai pekerjaan manajerial, ataupun sebaliknya. Tetapi, biasanya kepemimpinan diidentikkan dengan visi dan nilai-nilai, sedangkan manajemen diidentikkan dengan proses dan struktur. Hal ini berbeda dalam kepemimpinan sekolah, seorang kepala sekolah dapat mempunyai dwi fungsi, yakni sebagai seorang pemimpin dan manajer sekaligus).  
a.       Aspek Disposisi pada manajemen
1)      Memahami pentingnya syarat-syarat dari sebuah tanggungjawab
2)      Menikmati bekerja dengan staf dan keluarga dari anak usia dini
3)      Fokus dengan resiko assessment
4)      Mengendalikan dengan efektif dan produktif
5)      Mempunyai jiwa pengusaha
b.      Aspek disposisi pada kepemimpinan
1)      Menikmati bekerja dengan orang-orang (di luar lembaga) atau orang-orang di dalam lembaga.
2)      Memilki semangat ketika berbicara untuk kepentingan anak dan keluarganya
3)      Menikmati tantangan
4)      Memilki impian yang tinggi
5)      Mampu memberi wewenang
6)      Mudah beradaptasi[5
 
BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan

1.      Setiap orang dalam kehidupannya harus mengambil peran dan berpartisipasi dalam proses kepemimpinan agar dapat melaksanakan tanggung jawabnya dalam masyarakat sekitarnya, organissasi dimana mereka bekerja, kelompok professional dimana mereka diakui keberadaannya, tetangga dimana mereka bermasyarakat, dan seterusnya.
2.      Individu dapat memperluas kapasitas kepemimpinannya. Kuncinya adalah bahwa setiap orang bisa belajar, tumbuh dan berubah.
3.      Manajemen adalah seperangkat proses yang dapat menjaga sistem yang kompleks, terdiri dari orang, teknologi dan berjalan secara perlahan. Aspek-aspek terpenting dalam manajemen meliputi perencanaan, penganggaran, organizing, staffing, pengawasan, dan pemecahan masalah.
4.      Kepemimpinan adalah seperangkat proses yang menciptakan organisasi mampu mengadaptasi pada lingkungan yang berubah secara signifikan. Kepemimpinan mendefinisikan seperti apakah masa depan itu, membimbing orang sesuai dengan visi tersebut, dan memberi inspirasi kepada mereka untuk membuat hal itu terjadi meskipun banyak hambatan.
5.      Faktor kepemimpinan mampu menggerakkan organisasi menjadi efektif, sementara manajemen akan menjalankan tugasnya agar lebih efisien. Selama beberapa dekade, banyak orang yang menekankan manajemen karena lebih mudah diajarkan dibanding dengan kepemimpinan. Dengan menekankan pada aspek manajemen, banyak persoalan yang tidak terlacak dan akan menimbulkan arogansi. Hal tersebut menyebabkan transformasi organisasi menjadi semakin sulit.


DAFTAR PUSTAKA
Drs.Aep Saefullah,MH.,2010, kiat menjadi pemimpin yang sukses;Bandung, pustaka Reka Cipta


Joseph J Caruso, 2006, supervision in early childhood education, Theacher College Press: Newyork and London


Marjory Ebbeck, 2004, Early Chilhood Professionals, LEADING TODAY AND TOMORROW, MACLENNAN+PETTY, Philadelphia, London.

Sardjuli, Administrasi dan Supervisi Pendidikan, (Solo: Era Intermedia, 2001)



2 komentar:

  1. Terimakasih atas informasinya, sangat membantu.
    salam kenal dari saya mahasiswa fakultas Ekonomi :)

    BalasHapus
  2. terima kasih untuk file sharenya.

    BalasHapus